Skip to content

#Analisis Saham

202 posts
reads
Analisis Saham Vale Indonesia (INCO) Q1 2026

INCO di Rp4.730 — turun 40% dalam tiga bulan, baru saja dikeluarkan dari ISSI/JII/JII70. Laba Q1 2026 dua kali lipat. P/B hanya 1,04x. HPAL dua pabrik target selesai akhir 2026. Konsensus 15 analis: Strong Buy target Rp8.075.

reads
Mitra Adiperkasa (MAPI): Diakuisisi CVC, Tender Offer Rp1.550 Mengancam Delisting

MAPI di Rp1.495 — naik 28% YTD setelah CVC/Pacific Universal akuisisi 51% saham. MTO Rp1.550 berlaku 18 Juni–17 Juli 2026. Laba Q1 2026 melesat 33%. Bagaimana investor publik harus menyikapi?

reads
Analisis Saham Sanurhasta Mitra (MINA) Mei 2026: Naik 373% Setahun, tapi Revenue Cuma Rp10 Miliar

MINA naik +15,86% ke Rp336 dengan market cap Rp3,3 triliun — tapi revenue TTM hanya Rp10 miliar dan masih rugi. Story stock Bali dengan risiko regulasi dan fundamental yang tidak mendukung valuasi.

reads
Mayora Indah (MYOR): Laba Melesat 37%, Harga Masih Diskon 26% dari Puncaknya

MYOR di Rp1.840 — turun 19% dalam setahun padahal laba Q1 2026 melesat 37% YoY dan net cash tercapai. Margin recovery baru dimulai. Apakah ini entry yang ditunggu?

reads
Analisis Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) Mei 2026: Crash 83%, Apakah Badai MSCI Sudah Berlalu?

TPIA anjlok 83% dari ATH ke Rp1.785 akibat MSCI outflow, isu jaminan saham, dan tekanan IHSG. Fundamental Q1 2026 cetak rekor laba, tapi JP Morgan masih pasang target Rp1.090.

reads
Analisa Saham Buana Lintas Lautan (BULL) Kabarnya Smart Money Masuk Besar-besaran?

BULL turun 39% dari puncak Rp685, tapi laba FY2025 melonjak 77%, kapal LNG pertama baru mulai berkontribusi penuh di 2026, dan Bandar Movement +301 juta menunjukkan akumulasi besar dari tangan kuat. BRI Danareksa pasang target Rp780.

reads
Analisis Saham Indika Energy (INDY) Q1 2026: Koreksi Dalam, Taruhan Emas di Ujung Konstruksi

INDY koreksi 44% dari ATH Rp4.370 ke Rp2.460. Proyek emas Awak Mas memasuki fase kritis, tetapi kebijakan ekspor satu pintu dan FCF negatif membebani jangka pendek.

reads
Analisa Saham Green Power Group (LABA) Q3 2025 [Terbaru]

LABA rebound 12,5% ke Rp99 tapi masih turun 73% dari ATH Rp366. Revenue TTM Rp48 miliar vs target Rp621 miliar di 2025 yang meleset total. CFO negatif Rp64 miliar dan governance suram pasca deportasi Dirut membuat LABA bukan untuk sembarang investor.

reads
Analisis Saham Dafam Property (DFAM) Q1 2026

DFAM meledak +23,85% ke Rp135 berkat sentimen relaksasi perjalanan dinas ASN. Tapi DER 10,47x, rugi empat tahun berturut-turut, dan Altman Z-Score -2,77 membuat ini lebih tepat disebut trading play, bukan investasi.

reads
Energi Mega Persada (ENRG): Tumbang -15% di Tengah Badai IHSG, Masih Layak Dikoleksi?

ENRG anjlok 14,98% ke Rp1.220 di tengah koreksi IHSG dan sektor energi. Analisis teknikal, fundamental, dan katalis harga minyak Brent ~USD108 untuk menentukan zona entry yang tepat.